PAITON, PROBOLINGGO – SMK Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, sukses menyelenggarakan agenda tahunan Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) Tingkat SLTP. Kegiatan strategis ini digelar sebagai jembatan bagi para santri yang berada di fase akhir pendidikan tingkat dasar untuk mengenal lebih dalam mengenai ekosistem, kultur belajar, serta prospek masa depan di sekolah menengah kejuruan.
Penyelenggaraan OSKAR ini merupakan wujud nyata dari komitmen SMK Nurul Jadid dalam mencetak generasi muda yang siap kerja, santun, mandiri, kreatif, dan berprestasi, dengan tetap mengutamakan fondasi akhlakul karimah. Guna memastikan penyampaian materi kurikulum dan kompetensi kejuruan berjalan optimal, kepanitiaan membagi alur kegiatan ke dalam tiga klaster kelompok utama.
Mengenal Potensi Lewat Tiga Klaster Kegiatan
Kelompok pertama diperuntukkan bagi OSKAR Putra Tingkat SLTP yang berpusat di Aula Portable Lantai 3. Pada sesi ini, para santri putra dibekali pemaparan mendalam mengenai empat program keahlian teknologi andalan sekolah, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Teknik Pembangkit Tenaga Listrik (TPTL).
Sementara itu, untuk kelompok santri putri dibagi menjadi dua skema. Kelompok OSKAR Putri kedua menempati Aula Mini (Indoor) untuk mendapatkan pembekalan teori dan wawasan industri mengenai jurusan TKJ, RPL, DKV, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), serta Desain dan Produksi Busana (DPB).
Di sisi lain, kelompok OSKAR Putri ketiga langsung diarahkan menuju Halaman Utama Sekolah untuk mengikuti sesi Outdoor Praktik. Melalui metode pembelajaran langsung (learning by doing), para siswi tampak antusias mempraktikkan modul kejuruan secara rill, di antaranya kelas kerajinan tangan (DPB Handycraft) bersama Bu Kiki, kelas pengolahan pangan (APHPi Cooking Class) bersama Bu Orin, serta kelas fotografi (DKV Fotografi) bersama Bu Lilik.
Alur Agenda dan Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dimulai serentak sejak pukul 10.00 WIB dengan dibuka oleh sambutan dari masing-masing pimpinan delegasi sekolah dan pengarahan tata tertib outdoor oleh Bu Maziya. Memasuki pertengahan sesi, para peserta mulai diperkenalkan secara runut pada detail kurikulum kejuruan serta peluang kerja di tiap-tiap lini industri.
Antusiasme peserta memuncak saat memasuki area halaman luar ruangan, di mana para santri putri ditantang untuk menghasilkan karya kelompok secara langsung sesuai dengan arahan para instruktur. Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, evaluasi karya, serta tanya jawab pada pukul 11.50 WIB. Sebelum acara berakhir, panitia juga membagikan doorprize menarik bagi kelompok praktik lapangan yang berhasil menciptakan karya terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.
Melalui jargon utamanya, "Kenali Jurusanmu, Raih Masa Depanmu", pelaksanaan OSKAR ini diharapkan mampu memberikan panduan konkret bagi para santri dalam menentukan arah pemikiran karier dan akademik mereka agar selaras dengan kebutuhan industri modern di masa yang akan datang.